Tampilkan postingan dengan label bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bayi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 November 2009

Ketika Adek Rais Menangis

Ketika Adek Rais Menangis

              Tak ada bayi yang tidak pernah di dunia ini karena bayi berkomunikasi melalui tangisnya. Ketia ia lapar, pipis dan e-ek, kesepian, merasa suhu di sekitarnya panas atau  dingin, mengantuk, tergaduh karena suasana bising, suasana baru, ketika ia takut ada orang baru dan berada di lingkungan asing baginya, dsbnya. Semua kondisi di atas menyebabkan bayi menangis. Begitu pula halnya dengan Rais.

              Ketika tengah malam Rais bayi lapar dan ia menangis, sang ibu segera terbangun,seperti ada kontak langsung. 

              “Sayang,.. ada apa? Lapar?” Ibunya segera mendekap dan mengajak bayinya berkomunikasi singkat, sekedar memberitahu bayinya kaau sang ibu sudah bangun.

              “Udah ya nangisnya Mami dah tahu kalau anaknya lapar, segera kok dikasih tambahan energi.”

              Karena memang jadwal menyusunya Rais, ibunya segera memberinya ASI, sembari mengusap bagian kening Rais. Ibunya juga mendendangkan kalimat-kalimat  Allah, misalnya Allahu Akbar, Allah Maha Besar, Subhanallah, Alhamdulillah, serta ayat-ayat pendek.

Alhamdulillah dengan membiasakan mendendangkan Rais dengan kalimat kalimat Allah, sang Ibu menjadi tenang dan terjaga kestabilan emosinya menghadapi bayi. Serta bayi juga menjadi lunak dan penegeertian. Tidak pernah menangis menjerit jerit dan sangat kencang sekali. Banyak sekali variasi-variasi nyanyi yang dibuat oleh sang ibu untuk Rais, termasuk harapan dan cita cita untuk Rais bila besar kelak. Bayit bayit harapan itu diselipkan diantara kalimat kalimat Allah tersebut.

Ibunya juga meminta Rais untuk tidak membiasakan menangis terlalu lama.

              “Rais,.. udah ya nangisnya Mami sayang sama Rais!”

              “Menangisnya seperluny aja Nak, untuk ngasih tahu Mami aja ya. Nggak baik menangis terlalu lama. Pertama energi Rais jadi mubazir terbuang. Rais bisa capek. Di samping itu juga nggak baik untuk kesehatan!”

              “Mami kenapa nggak baik kalau nangis terlalu lama?” Kakak Najmi segera bertanya ketika ia mendengar ibunya memberikan keterangan untuk Rais.

              “Kalau anak yang suka sering menangis dan menangis lama, bisa mengakibatkan pusarnya jadi keluar, jadi nggak bagus.”

              Ya memang ada kasus anak yang suka menangis terlalu lama, pusarnya jadi nggak bagus, di samping itu pada anak laki laki ada kecenderungan membesarnya bagian kemaluannya. Ini semua bisa mengakibatkan cikal bakal timbulnya penyakit hernia. Begitu informasi yang diterima sang Ibu. Wallahualam…

              Tapi logisnya dan hal yang terlihat jelas, menangis sampai anak terisak-isak membuatnya sangat letih. Duh kasihan sekali!.

              Untuk Rais selama ini tips tips yang diciptakan ibunya adalah sebagai berikut:

1.      Mendekap dan menyayanginya segera.

Perlakuan begini didasarkan atas pemikiran bahwa bayi akan merasa hangat, ia yakin dengan perlakuan begitu ibunya sayang dan sangat mengasihinya. Bayi dan anak-anak akan senang dicium, disayang dan dimanja-manjakan oleh ibu-bapaknya.

2.      Sang ibu berusaha tetap berada dalam kondisi optimis bahwa ia mampu meredakan tangis bayinya.

3.      Mendendangkan kalimat-kalimat Allah, seperti alasan yang diungkapkan di atas. Hal ini sangat terbukti ampuh mengatasi kemarahan bayi dan menstabilkan emosi ibu. Yang melunakkan dan mengendalikan emosi insan-insan adalah Allah SWT, ini landasan berpikirnya.

4.      Ibunya berusaha mengeksplorasi tempat tempat pada tubuh bayinya yang senang bila dibelai oleh sang ibu. Untuk Rais, ia akan merasa nyaman sekali bila bagian kening dan alis mata dibelai dengan saying dan lembut. Ia akan cepat terhanyut dalam dekapan ibu bapaknya.

5.      Ibunya berusaha mengeksplorasi kecenderungan anak pada alat bantu yang bisa membuat anak lupa akan tangisnya. Rais sangat senang dengan musik dan nyanyian. Bila ia menangis benda benda yang mengeluarkan suara dan musik mampu menarik perhatiannya. Misalnya buku anak yng ada lagunya, handphone minan kakaknya Najmi yang bisa bersuara dan bersahut sahutan. Serta mainan lainnya yang ada nyanyiannya.

Seiring dengan bertumbuhnya Rais kecenderungan dan keinginanannya juga bertambah. sMisalnya ia mulai cenderung suka dengan peralatan main dan belajar kakaknya Najmi. Ia mulai merebut benda benda kakaknya. Dan aksi perlawan Rais juga mulai timbul, saat begini juga tak kalah pentingnya untuk mengasih tahu kakaknya kiat mengalihkan perhatian Rais.

              “Kakak, Adek Rais itu dia belum mengerti bahasa kita Nak. Kalau kakak mau mengambil benda benda kepunyaan kakak, caranya harus carikan barang lain yang Adek Rais tertarik. Alihkan perhatiannya, kalau langsung diminta tentu ia nggak mau.” Ibunya memberitahu kiat mengalihkan perhatian Adek Rais.

              “Pinjam Dek! Ini yang cantik buat Adek” Kakak Najmi menirukan gaya ibunya.

              Ya dari kecil Rais telah dibiasakan dan diperkenalkan dengan kata-kata “pinjam” di saat ia memegang benda benda yang tak baik untuknya. Alhamdulillah karena dibiasakan sejak dini Rais jadi mengerti sekali. Apa apa hal yang akan diminta atau dialihkan dari Rais, kami menyebutnya dengan “pinjam Dek!” sembari membawakan gantinya untuk dipegang dan dimainkan Rais.

              Prinsip mengalihkan perhatian Rais ini bertujuan juga untuk membiasakannya sejak kecil mempunyai pengertian dan pemahaman akan hal-hal pengganti. Ia diharapkan punya sifat bisa mengalah dan menunda keinginan. Semoga tujuan tujuan kami ini kelak menjadi kenyataan. Sehingga tak diharapkan tantrum besar akan muncul, karena sedikit demi sedikit melalui benda benda yang tidak boleh dipegang dan dimainkan Rais, ia terlatih untuk beralih ke yang lain. Karena pada prinsipnya tantrum atau keinginan anak yang tak bisa dialihkan hingga ia meronta ronta dan memaksa berasal dari akumulasi dari permintaan demi permintaan anak sejak kecil yang selalu berusaha dipenuhi oleh orangtua karena suatu ungkapan wujud sayang dari orangtuanya. Dan anak tak pernah dilatih mengalah atau menunda keinginan.

              Dengan kiat di atas, Alhamdulillah hingga saat ini secara lunak Rais bisa ditaklukkan keinginannya yang sebenarnya berbahaya atau tidak baik untuknya. Misalnya mempermainkan alat alat kakaknya, seperti gunting, buku-buku sekolah kakak (terutama buku yang ada not nyanyinya. Saat ini Rais memang sudah tahu dengan buku nyanyi, ia mengambilnya dan meminta siapa saja di rumah kami untuk menyanyikan lagu sesuai syair buku itu.

             Semoga kita tetap bisa berlaku yang terbaik buat para buah hati kita. Menanam biji tomat akan tumbuh tomat, biji cabe akan tumbuh cabe artinya Allah akan memberikan hasil sesuai dengan usaha kita dan tak akan pernah salah. Begitu juga menanamkan kebaikan, perlakuan yang tepat, bijaksana tapi sayang akan berbuah hasil yang setimpal pula. Yuk tetap semangat untuk kebaikan putra puteri kita.

 

Wassalam

Mamianak

Tokyo

0911222

             

Kamis, 14 Agustus 2008

Pidato Untuk Rais Saat Ofuro

Pidato untuk Rais Saat Ofuro
 
Tak seperti biasanya ketika mandi pagi, Rais selalu anteng. Ia akan ketawa-ketawa dan betah di dalam ofuronya. Tak pernah menangis, bila Mami mengayunkan di ofuro (tempat mandi Rais) seperti gerakan berenang dengan pelan. Ia akan smile (tersenyum) dan me-ngoceh kegirangan.
 
Kali ini mungkin karena waktunya kurang tepat. Rais memang kelihatan agak mengantuk, namun Mami belum memandikan Rais. Mami pikir, Rais akan tidur pulas dan nyenyak bila mandi pagi dulu. Tak masalah sedikit waktu tidurnya ditunda untuk mandi pagi. Apalagi memang telah biasa Rais mandi pagi. Hanya saja semalam memang jam tidurnya agak bergeser. Mungkin itu Rais agak mengantuk.
 
“Ehek,..ehek,.. ehek,..” Tangisan kecil Rais ke luar.
 
Ciri tangis Rais, yang memberikan aba-aba pada maminya. Rais memang tak mau menangis asal menangis saja.
 
Ia tampaknya berprinsip, “Buat apa langsung menangis dengan suara keras dan butuh energi tinggi? Karena itu akan membuang energi saja.” 
 
“Kalau dengan energi rendah Mami sudah mengerti, kenapa harus marah-marah memanggil Mami?” Seakan rais berkata demikian.
 
Tipikal tangisan Rais berbeda dengan kakak Najmi. Bila Najmi bayi, ia selalu meminta maminya untuk bergerak cepat, dan selalu tak sabar. Hingga di rumah sakit waktu dulu, orang semuanya kenal dengan tangisan Najmi yang kencang sekali. Tak ada jeda untuk toleransi.
 
“Ooo,..Sore wa Agusu-san no kodomo mitai (Ooo, itu sepertinya bayinya si Agus).” Seorang teman Mami yang sudah kenal sejak pemeriksaan kehamilan, waktu Mami hamil Kak Najmi, menebak kalau yang sedang menangis adalah Najmi.  
 
Rais? Lebih sabar, memberikan tangisan dimulai dari nada rendah sebagai aba-aba buat maminya. Bila belum juga digubris, maka nada itu sedikit meningkat, begitu selanjutnya, bila dicuekin. Tapi tentulah orangtua tak ingin mencuekin anaknya, artinya bila maminya masih sibuk dengan urusan pekerjaan rumah, tangis besarnya sesekali keluar juga.
 
Kembali ke topik ofuro pagi ini, Mami berusaha mengalihkan perhatian Rais. Mami menjangkau boneka mandi yang ditarok kakak Najmi dekat ofuro Rais. Namun ternyata hanya ada 2 boneka mandi, dan ukurannya agak kecil. Usaha Mami tak berarti buat Rais. Kurang mampan.
 
Tanpa disadari Mami mengoceh dan berpidato. Rasanya tak pernah dilakukan ketika Rais mandi. Namun secara spontan saja keluar kata-kata pidato mami untuk Rais.
 
“Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh!” Ternyata suara Mami menghentikan tangisan Rais dengan sendirinya.
 
Mami melanjutkan lagi pidatonya, sambil sesekali ketika mengambil sabun dan memoleskan ke badan Rais, berpidato sambil melihat mata Rais. Rais terpancing untuk konsentrasi mendengarkan maminya. Senyum Rais pun tak bisa ia tahan. Keseharian Rais memang mudah senyum, ketawa, dan respon sekali bila diajak berbicara. Hal ini telah berlangsung sejak umur 1 bulan beberapa hari. Membuat seisi rumah betah bermain dan bercanda dengan Rais.  
 
“Bapak-bapak, Ibu-ibu dan teman-teman, tahu nggak kenapa kita harus mandi pagi?” Mami melanjutkan pidato buat Rais di ofuro
 
“Enggak tahu.” Mami menjawab sendiri.
 
 
“Kalau nggak tahu, Rais kasih tahu!”
 
“Mandi pagi itu membuat tubuh kita menjadi segar dan bersih.”
 
“Karena itu, rajinlah Bapak-bapak, ibu-ibu dan teman-teman untuk mandi pagi, seperti Rais!”
 
Belum usai pidato hingga salam terakhir, Rais sudah tampak enjoy lagi di dalam air. Tak lama selesailah ofuro pagi ini.
 
“Alhamdulillah sudah selesai ya, maafkan Mami ya, tadi Rais ngantuk ya?"
 
Mami bukan jahat, bukan mau membuat Rais menangis, tapi kalau rais dah mandi kan tidurnya bisa pulas, dan tidak gerah.”
 
Mami mengajak Rais berbicara, ketika memasangkan baju setelah mandi. Mami  memberikan penjelasan kenapa Rais tetap dimandikan walau sudah ada tanda-tanda mengantuk.
 
Setelah cakep pagi ini dan minum ASI, Rais segera tidur pulas, dan Mami merapikan hal-hal yang perlu dilakukan setelah Rais selesai mandi. Memberi baby oil pada tempat yang kering di permukaan kulit Rais, membersihkan telinga, bagian badan yang kelihatan harus dibersihkan dengan baby oil. Merapikan bagian kepala, untuk menghilangkan lemak permukaan yang masih belum sempurna. Hal ini dilakukan  karena rambut Rais yang sangat tebal, dan tak mungkin berlama-lama keramas seperti orang besar. Lagipula dokter di rumah sakit pun mengajurkan untuk merapikan badan bayi setelah selesai dimandikan, dan tak disarankan untuk terlalu lama memandikan bayi.
 
Intinya hari ini Mami dapat satu pelajaran dan trik lagi untuk meredakan dan menghentikan tangisan Rais. Memang banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengalihkan tangisan bayi. Kita para orangtua harus membacanya, mencari penyebab tangisan yang muncul dan memberikan solusi yang tepat. 
 
“Gambarimashou!”
 
Untuk Rais jangan berikan soalan-soalan sulit buat Mami ya? Kalau menangis sperlunya saja, sebagai pemberitahuan buat Mami. Kalau Mami sudah temukan sumber permasalahannya dan dah diberikan solusinya, Rais jangan bertingkah ya Nak! Mami ingin merawat Rais dengan lebih baik, ketimbang dulu ketika kakak Najmi kecil, karena memang belum ada pengalaman merawat bayi sendiri, apalagi di negeri orang.
 
“Mami sayang sama Rais."
“Papi sangat sayang Rais”
“Kakak Najmi juga tak kalah sayangnya”
 
Wassalam
Mamichan
Tokyo
080814
NB: foto bukan foto rais hari ini, foto di atas kolreksi tangal 080703