Rabu, 07 Oktober 2009

Promosi dan Peluncuran Buku Anak-Anak Multibahasa

Acara peluncuran buku Anak-Anak Multibahasa di Gramedia, Grand Indonesia, Jakarta telah dilaksanakan pada tanggal 9 Agustus 2009.

Berbagai media TV dan juga meliput terbitnya buku ini, misalnya  TV one, TVRI , Trans TV, dll.

 
Kami mengucapkan terimakasih atas suppport, kehadiran, dan bantuan dari berbagai pihak untuk acara ini.
 
Semoga bukunya bisa bermanfaat. Aamiin

Wassalam
Jumiarti Agus
Tokyo, 091007

Selasa, 06 Oktober 2009

Meskipun Hidup di LN Ingin Tetap Berkontribusi Untuk Kemajuan RI

"Kegiatan ACI Selama Liburan Musim Panas di Indonesia

(Berbagi informasi untuk mencerdaskan Bangsa)

 

Oleh: Jumiarti Agus

ACI (Aku Cinta Indonesia) adalah organisasi non pemerintah, yang hadir dan diikrarkan di penghujung tahun 2006. ACI bergerak dalam bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi. Organisasi ini lahir dari keinginan tulus kami untuk turut peduli terhadap tanah air Indonesia. Belum meratanya tingkat pendidikan di Indonesia, maraknya anak jalanan di kota-kota besar, serta hilangnya aktivitas ibu-ibu rumah tangga setelah memasuki dunia berkeluarga, menjadi pemicu kelahiran ACI di bumi Sakura saat itu, oleh sekelompok pelajar, kaum akademis dan kaum peduli pendidikan. Para pendiri ACI adalah Dr.Jumiarti Agus, alumni Tokyo Institute of Technology (Jepang), Dr. Prihardi Kahar (Asc.Prof di Meisei University Jepang), dan Rahmiwati Agus, S.Ag

Dalam bidang pendidikan saat ini telah ada satu SMP binaan dan satu TK ACI yang terletak di Payakumbuh, Sumatera Barat. Semua murid-murid SMP gratis uang sekolah, buku-buku pelajaran dan alat tulis. Satu TK akan berjalan untuk tahun ajaran 2009 di Bandung. Sesuai dengan keberadaan personil yang kami punyai.

Lebih lanjut kami ingin memberikan informasi seluas-luasnya tentang sistem dan kesempatan studi di negara maju. Juga menyalurkan para generasi muda berprestasi yang ingin melanjutkan studi atau penelitian ke luar negeri, sesuai dengan kapasitas personil ACI saat ini. Dan masih banyak program lainnya yang kami rencanakan (kunjungi http://www.akucintaindonesiafoundation.wordpress.com)

ACI bergerak di bawah binaan, Bapak Prof Edison Munaf (Atase Pendidikan RI untuk Jepang, dan dosen senior di Andalas University), Bapak Dr. Sugiono Moeljopawiro APU (ahli Peneliti Utama), Ibu Prof. Rahmiana Zein (Profesor di Universitas Andalas, Padang), Asc. Prof Prihardi Kahar (Pengajar di Meisei University, Jepang), dan Dra Nengsi Rova, M.SI (Penggiat Pendidikan, dan hampir 30 tahun bekerja di laboratorium perminyakan dan saat ini bekerja pada Pusat Research Chevron ETC (Energy Technology Company) di Houston USA.

Dalam masa liburan musim panas di luar negeri tahun 2009 baru baru ini, banyak para aktivis ACI di luar negeri yang pulang ke Indonesia. Di awali dengan kegiatan launching buku Anak-Anak Multibahasa (Pengalaman Para Ibu dalam Membesarkan Anak-anaknya dalam banyak bahasa dengan tetap mempertahankan bahasa Ibu-Bahasa Indonesia). Acara berlangsung di Gramedia. Grand Indonesia Jakarta, pada tanggal 9 Agustus 2009. Sosialisasi tentang isi dan cakupan buku ini juga dilakukan di berbagai media TV (TV one, TVRI, dll), juga di radio Delta FM di Jakarta. Para penulis ACI yang hadir saat ini adalah, Jumiarti Agus (Jepang), Santi Dharmaputra (Jerman), Ninda Harahap (Brussel), Cahayahati (Mba Angky) dan Dekta Najib (Thailand)

Presentasi oleh para aktivis dan penulis ACI juga diadakan di kampus kampus. Misalnya di kampus Unida Bogor, tanggal 14 Agustus 2009. Sebagai pembicara, adalah Dr. Jumiarti Agus, M.Si dan Agus Mujib Ali, M.Eng, untuk topik Melanjutkan Studi dan Mendapatkan Beasiswa ke Jepang. Kemudian Santi Dharmaputra untuk topik Anak-Anak Multibahasa (Pengalaman Para Ibu dalam Membesarkan Anak-anaknya dalam banyak bahasa dengan tetap mempertahankan bahasa Ibu-Bahasa Indonesia).

Dari Jakarta beranjak ke Bandung. Presentasi diadakan Mesjid Salman ITB dengan topik, “Melanjutkan Studi ke luar Negeri”. Hadir sebagai pembicara adalah Dr. Elfahmi Yaman (Alumni Belanda, Dosen Farmasi ITB), Dr. Jumiarti Agus (Kiat Meraih Beasiswa ke Jepang) dan Dr. Yessi Nirwana (Kiat Sukses Studi di Jepang dalam buku Menggapai Cita dalam Cinta, ACI Publishing 2007), dan Agus Mujib Ali, M.Eng (Survive Studi di Jepang Tanpa Beasiswa, insyaAllah akan terbit bukunya).

Masyarakat pelajar di kampus ITB sangat antusias mengikuti acara ini. Bahkan mereka bilang, “Kami sangat butuh informasi seperti ini, karena berasal dari sumber yang sebenarnya, dan orang yang telah menjalankannya, bahkan telah sukses melaluinya.

“Anak ITB saja bilang begitu, apalagi mahasiswa lain di daerah-daerah.”

Untuk itu kepada para pejabat Universitas, kami akan siap memberikan informasi ini gratis tanpa kami harus dibayar. Karena kami ingin negeri kita ini maju. Kami ingin banyak yang bisa sekolah ke negeri maju, bahkan gratis tanpa membayar. Misalnya saja ke Swedia (baca sharing Wati dalam buku Menggapai Cita dalam Cinta, Acipublishing 2007), di Swedia sekolah tak usah bayar. Bila di Jepang bagi mahasiswa yang kesulitan ekonomi bisa gratis, kalau mereka mengajukan permohonan keringanan pada universitas. Tapi sungguh pun harus membayar, dengan kerja paruh waktu sangat mungkin untuk survive sekolah di Jepang. Nah bagaimana kiatnya? Itu yang dipaparkan oleh Agus Mujib Ali.

Dari P. Jawa kami bergerak ke P. Sumatera, ke Ranah Minang, negeri asal Jumiarti Agus, yang merupakan salah seorang pendiri ACI ini. Ia juga ingin negerinya maju, masyarakatnya bersekolah tinggi. Ia juga diundang untuk presentasi di forum seminar sehari yang diadakan oleh Pemuda Muhammadiyah Payakumbuh, tanggal 13 Agustus. Seminar sehari saat itu mengangkatkan topik, “Peluang Mendapatkan Sekolah ke Jepang dan topik Menggali Potensi Anak Sejak Usia Dini”. Sebagai pembicaranya adalah Dr. Jumiarti Agus, untuk kedua topik di atas. Hadirin sangat antusias dan semangat dalam diskusi untuk kedua topik menarik di atas. Yang datang kebanyakan adalah para pendidik anak, guru-guru TK hingga SMA dan dosen perguruan tinggi. Pada kesempatan ini setiap hadirin yang datang mendapatkan satu buku Menggali Potensi Anak Sejak Usia Dini, karya Jumiarti Agus. Ia menulis buku ini berdasarkan trik dan pengalamannya dalam menggali berbagai potensi anaknya Najmi.

Jumiarti Agus juga diundang oleh Kepala Dinas Pendidikan Kodya Pariaman Sumbar, untuk memberikan motivasi dan speech singkat di depan murid murid SD hingga SMA se Kodya Pariaman, pada acara penutupan pesantren Ramadhan, tanggal 15 Agustus 2009, yang bertempat di halaman kantor Walikota, Pariaman. Selepas acara itu ia juga diundang untuk memberikan presentasi tentang “Informasi sekolah ke Jepang untuk murid tamatan SMA”, berpusat di SMA 1 Pariaman.

Kesempatan berbagi selanjutnya diadakan di kampus Unand Limau Manis, tanggal 16 Agustus 2009. Sebagai pembicara adalah Ibu Dr. Safni (alumni Gifu University, sekarang sebagai Dosen di Jurusan Kimia Unand) dan Dr. Jumiarti Agus. Ibu Dr. Safni memberikan presentasinya tentang kesempatan sekolah ke Jepang yang ia raih dengan beasiswa bukan dari pemerintah Jepang ataupun bukan dari Perintah Indonesia. Nah unik bukan? Jadi banyak rahasia mendapatkan studi dan kesempatan belajar ke Negeri Sakura yang kami paparkan pada kaum akademis atau terkait.

Kesempatan lain adalah berbagi lewat radio, antara lain di radio Safasindo di Payakumbuh, untuk topik “Sekolah ke Jepang, Kiat dan Cara Mendapatkannya”. Kemudian di Radio Sang Surya, di Mesjid Taqwa Muhammadiyah Pasar Raya Padang dan di radio RRI, Padang. Topik yang dibawakan adalah “Kehidupan Sebagai Muslim di Negeri Sakura (dalam tema syahadat), dan Kondisi Kenyamanan di Negeri Orang yang Menginspirasi”.

 

Sedangkan presentasi terakhir adalah di Sungai Rotan, Kodya Pariaman Selatan. Tepatnya di halaman rumah orangtua Jumiarti Agus. Acara diadakan pada tanggal 22 September, dua hari setelah lebaran Idul Fitri. Ini dimaksudkan untuk silaturrahmi keluarga besar, orang kampung dan adek-adek generasi muda di kodya Pariaman, yang masih belum sempat mendapatkan ilmu tentang sekolah ke Jepang dan Menggali Potensi anak Sejak Usia Dini.

Selain presentasi dan hadir di radio, Jumiarti Agus juga menemui pejabat di daerahnya untuk sosialisasi dan kerjasama. Misalnya program beasiswa ACI dan pemda setempat untuk memberikan beasiswa khusus untuk anak miskin tapi bersemangat untuk sekolah. Serta nilai tidak jelek-jelek sekali. Prinsipnya, beasiswa untuk biaya hidup satu tahun dijamin oleh Pemda sedangkan untuk jaminan di Jepang dilakukan oleh pihak ACI di luar negeri.

Kerjasama dan perbincangan juga dilakukan antara ACI dengan Bapak Dirjen Dikti, Prof. Fasli Jalal. Meskipun diskusi belum tuntas, tapi beliau sangat menyambut baik, dan sangat mendukung kegiatan kegiatan ACI. “Silahkan saya diberi tugas, agar kita dapat bekerjasama” Begitu ungkap beliau.

Semoga makin hari, jalan jalan yang akan kami tempuh makin dibukakan Allah, dan diberi kemudahan hendaknya. Karena ini semua tulus dari keseriusan kami, bangsa besar dan insannya banyak yang pintar ini harus lebih maju dari Jepang, Amerika dsbnya. Semuanya insyaAllah bisa asal kita bergiat, serius bersungguh-sungguh dan lebih professional di bidang masing masing.

InsyaAllah acara presentasi seperti di atas akan terus dilanjutkan di tanah air, oleh para aktivis ACI yang telah berdomisili kembali di tanah air. Bagi universitas atau instansi yang berminat mendapatkan informasi dari kami, silahkan menghubungi kontak ACI di Indonesia Agus Mujib Ali atau Rahmi di Hp: 0852-2100-5337. Sekali lagi kami tidak meminta bayaran, karena adalah bagian dan tanggungjawab kami untuk menyebarluaskan informasi dan ilmu yang kami dapatkan selama merantau. Mencicipi sekolah dan bekerja di negeri orang, dan negeri maju. Kami juga telah menerbitkan beragam buku-buku, yang menginspirasi, memotivasi, dan menginspirasi kita semua untuk bangkit dan bergerak maju mengejar cita cita pribadi kita dan cita cita RI kita. Merdeka!!!

Terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi untuk semua kegiatan ACI. Para penulis, para Pembina ACI, para pendiri para donator serta simpatisan ACI, dan semua pihak yang telah membantu kami. Mohon maaf atas semua kilaf.

Mari kita lanjutkan perjuangan kita.

Jayalah Indonesia kita, amiin

Tokyo 031009

Jumiarti Agus/Ketua ACI

Laporan kegiatan ACI, liburan musim panas 2009, ramadhan dan lebaran 2009

Selasa, 29 September 2009

Anak-Anak Setelah Kembali Liburan

Tepat tanggal 6 Agustus kami berangkat mudik ke Indonesia, ceritanya mendadak dari jadwal yang telah direncanakan. Launching buku Anak anak multibahasa, yang sponsori oleh salah satu orang kuat di Indonesia, harus dihadiri. Najmi dan Rais pun harus diboyong pulang ke Indonesia, karena Papinya pun sedang sibuk menghadapi beberapa tugas dan pekerjaan serius.

"Mami anak anak jangan ditinggal tinggal ya," pesan suami

"Najmi nggak boleh nakal, harus nurut sama Mami ya?" pesan papinya pada Najmi

Kami pun berangkat bertiga, diantar ke bandara oleh sang Papi. Rencananya papinya menyusul setelah tugas selesai. Saat berpisah, Najmi tetap menagih papinya, "Papi ditunggu ya di Indonesia?"

Hari mendarat di Jakarta, najmi spontanitas berucap.
"Najmi wa ureshikunai, Papi ga inai kara" (najmi nggak gembira, nggak senang, karena nggak ada Papi).

Tapi di Indonesia

Senin, 28 September 2009

Selamat Hari Raya Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Bathin

Apa kabar sahabat MP semuanya? Mohon maaf jarang banget ngeMP, apalagi 1,5 bulan berada di Indonesia, sibuk seminar di beberapa tempat,. sibuk ngisi acara di radio,. internetan tak mampu.

Alhamdulillah semuanya berjalan baik,. amiin.

Mau ngucapkan Selamat Lebaran, Idul Fitri, mohon saya dan keluarga dimaafkan atas kekilafan yang kami lakukan tanpa sengaja. Apakah lewat tulisan atau perjumpaan langsung di dunia nyata.

Kita berharap semoga ibadah shaum yang telah kita jalankan mencapai nilai yang tertinggi seperti dituliskan dalam sura Albaqarah ayat 283.

Singkat itu dulu

wassalam

Ijum

Tokyo, 090928