Selasa, 06 Oktober 2009

Meskipun Hidup di LN Ingin Tetap Berkontribusi Untuk Kemajuan RI

"Kegiatan ACI Selama Liburan Musim Panas di Indonesia”

(Berbagi informasi untuk mencerdaskan Bangsa)

 

Oleh: Jumiarti Agus

ACI (Aku Cinta Indonesia) adalah organisasi non pemerintah, yang hadir dan diikrarkan di penghujung tahun 2006. ACI bergerak dalam bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi. Organisasi ini lahir dari keinginan tulus kami untuk turut peduli terhadap tanah air Indonesia. Belum meratanya tingkat pendidikan di Indonesia, maraknya anak jalanan di kota-kota besar, serta hilangnya aktivitas ibu-ibu rumah tangga setelah memasuki dunia berkeluarga, menjadi pemicu kelahiran ACI di bumi Sakura saat itu, oleh sekelompok pelajar, kaum akademis dan kaum peduli pendidikan. Para pendiri ACI adalah Dr.Jumiarti Agus, alumni Tokyo Institute of Technology (Jepang), Dr. Prihardi Kahar (Asc.Prof di Meisei University Jepang), dan Rahmiwati Agus, S.Ag

Dalam bidang pendidikan saat ini telah ada satu SMP binaan dan satu TK ACI yang terletak di Payakumbuh, Sumatera Barat. Semua murid-murid SMP gratis uang sekolah, buku-buku pelajaran dan alat tulis. Satu TK akan berjalan untuk tahun ajaran 2009 di Bandung. Sesuai dengan keberadaan personil yang kami punyai.

Lebih lanjut kami ingin memberikan informasi seluas-luasnya tentang sistem dan kesempatan studi di negara maju. Juga menyalurkan para generasi muda berprestasi yang ingin melanjutkan studi atau penelitian ke luar negeri, sesuai dengan kapasitas personil ACI saat ini. Dan masih banyak program lainnya yang kami rencanakan (kunjungi http://www.akucintaindonesiafoundation.wordpress.com)

ACI bergerak di bawah binaan, Bapak Prof Edison Munaf (Atase Pendidikan RI untuk Jepang, dan dosen senior di Andalas University), Bapak Dr. Sugiono Moeljopawiro APU (ahli Peneliti Utama), Ibu Prof. Rahmiana Zein (Profesor di Universitas Andalas, Padang), Asc. Prof Prihardi Kahar (Pengajar di Meisei University, Jepang), dan Dra Nengsi Rova, M.SI (Penggiat Pendidikan, dan hampir 30 tahun bekerja di laboratorium perminyakan dan saat ini bekerja pada Pusat Research Chevron ETC (Energy Technology Company) di Houston USA.

Dalam masa liburan musim panas di luar negeri tahun 2009 baru baru ini, banyak para aktivis ACI di luar negeri yang pulang ke Indonesia. Di awali dengan kegiatan launching buku Anak-Anak Multibahasa (Pengalaman Para Ibu dalam Membesarkan Anak-anaknya dalam banyak bahasa dengan tetap mempertahankan bahasa Ibu-Bahasa Indonesia). Acara berlangsung di Gramedia. Grand Indonesia Jakarta, pada tanggal 9 Agustus 2009. Sosialisasi tentang isi dan cakupan buku ini juga dilakukan di berbagai media TV (TV one, TVRI, dll), juga di radio Delta FM di Jakarta. Para penulis ACI yang hadir saat ini adalah, Jumiarti Agus (Jepang), Santi Dharmaputra (Jerman), Ninda Harahap (Brussel), Cahayahati (Mba Angky) dan Dekta Najib (Thailand)

Presentasi oleh para aktivis dan penulis ACI juga diadakan di kampus kampus. Misalnya di kampus Unida Bogor, tanggal 14 Agustus 2009. Sebagai pembicara, adalah Dr. Jumiarti Agus, M.Si dan Agus Mujib Ali, M.Eng, untuk topik Melanjutkan Studi dan Mendapatkan Beasiswa ke Jepang. Kemudian Santi Dharmaputra untuk topik Anak-Anak Multibahasa (Pengalaman Para Ibu dalam Membesarkan Anak-anaknya dalam banyak bahasa dengan tetap mempertahankan bahasa Ibu-Bahasa Indonesia).

Dari Jakarta beranjak ke Bandung. Presentasi diadakan Mesjid Salman ITB dengan topik, “Melanjutkan Studi ke luar Negeri”. Hadir sebagai pembicara adalah Dr. Elfahmi Yaman (Alumni Belanda, Dosen Farmasi ITB), Dr. Jumiarti Agus (Kiat Meraih Beasiswa ke Jepang) dan Dr. Yessi Nirwana (Kiat Sukses Studi di Jepang dalam buku Menggapai Cita dalam Cinta, ACI Publishing 2007), dan Agus Mujib Ali, M.Eng (Survive Studi di Jepang Tanpa Beasiswa, insyaAllah akan terbit bukunya).

Masyarakat pelajar di kampus ITB sangat antusias mengikuti acara ini. Bahkan mereka bilang, “Kami sangat butuh informasi seperti ini, karena berasal dari sumber yang sebenarnya, dan orang yang telah menjalankannya, bahkan telah sukses melaluinya.

“Anak ITB saja bilang begitu, apalagi mahasiswa lain di daerah-daerah.”

Untuk itu kepada para pejabat Universitas, kami akan siap memberikan informasi ini gratis tanpa kami harus dibayar. Karena kami ingin negeri kita ini maju. Kami ingin banyak yang bisa sekolah ke negeri maju, bahkan gratis tanpa membayar. Misalnya saja ke Swedia (baca sharing Wati dalam buku Menggapai Cita dalam Cinta, Acipublishing 2007), di Swedia sekolah tak usah bayar. Bila di Jepang bagi mahasiswa yang kesulitan ekonomi bisa gratis, kalau mereka mengajukan permohonan keringanan pada universitas. Tapi sungguh pun harus membayar, dengan kerja paruh waktu sangat mungkin untuk survive sekolah di Jepang. Nah bagaimana kiatnya? Itu yang dipaparkan oleh Agus Mujib Ali.

Dari P. Jawa kami bergerak ke P. Sumatera, ke Ranah Minang, negeri asal Jumiarti Agus, yang merupakan salah seorang pendiri ACI ini. Ia juga ingin negerinya maju, masyarakatnya bersekolah tinggi. Ia juga diundang untuk presentasi di forum seminar sehari yang diadakan oleh Pemuda Muhammadiyah Payakumbuh, tanggal 13 Agustus. Seminar sehari saat itu mengangkatkan topik, “Peluang Mendapatkan Sekolah ke Jepang dan topik Menggali Potensi Anak Sejak Usia Dini”. Sebagai pembicaranya adalah Dr. Jumiarti Agus, untuk kedua topik di atas. Hadirin sangat antusias dan semangat dalam diskusi untuk kedua topik menarik di atas. Yang datang kebanyakan adalah para pendidik anak, guru-guru TK hingga SMA dan dosen perguruan tinggi. Pada kesempatan ini setiap hadirin yang datang mendapatkan satu buku Menggali Potensi Anak Sejak Usia Dini, karya Jumiarti Agus. Ia menulis buku ini berdasarkan trik dan pengalamannya dalam menggali berbagai potensi anaknya Najmi.

Jumiarti Agus juga diundang oleh Kepala Dinas Pendidikan Kodya Pariaman Sumbar, untuk memberikan motivasi dan speech singkat di depan murid murid SD hingga SMA se Kodya Pariaman, pada acara penutupan pesantren Ramadhan, tanggal 15 Agustus 2009, yang bertempat di halaman kantor Walikota, Pariaman. Selepas acara itu ia juga diundang untuk memberikan presentasi tentang “Informasi sekolah ke Jepang untuk murid tamatan SMA”, berpusat di SMA 1 Pariaman.

Kesempatan berbagi selanjutnya diadakan di kampus Unand Limau Manis, tanggal 16 Agustus 2009. Sebagai pembicara adalah Ibu Dr. Safni (alumni Gifu University, sekarang sebagai Dosen di Jurusan Kimia Unand) dan Dr. Jumiarti Agus. Ibu Dr. Safni memberikan presentasinya tentang kesempatan sekolah ke Jepang yang ia raih dengan beasiswa bukan dari pemerintah Jepang ataupun bukan dari Perintah Indonesia. Nah unik bukan? Jadi banyak rahasia mendapatkan studi dan kesempatan belajar ke Negeri Sakura yang kami paparkan pada kaum akademis atau terkait.

Kesempatan lain adalah berbagi lewat radio, antara lain di radio Safasindo di Payakumbuh, untuk topik “Sekolah ke Jepang, Kiat dan Cara Mendapatkannya”. Kemudian di Radio Sang Surya, di Mesjid Taqwa Muhammadiyah Pasar Raya Padang dan di radio RRI, Padang. Topik yang dibawakan adalah “Kehidupan Sebagai Muslim di Negeri Sakura (dalam tema syahadat), dan Kondisi Kenyamanan di Negeri Orang yang Menginspirasi”.

 

Sedangkan presentasi terakhir adalah di Sungai Rotan, Kodya Pariaman Selatan. Tepatnya di halaman rumah orangtua Jumiarti Agus. Acara diadakan pada tanggal 22 September, dua hari setelah lebaran Idul Fitri. Ini dimaksudkan untuk silaturrahmi keluarga besar, orang kampung dan adek-adek generasi muda di kodya Pariaman, yang masih belum sempat mendapatkan ilmu tentang sekolah ke Jepang dan Menggali Potensi anak Sejak Usia Dini.

Selain presentasi dan hadir di radio, Jumiarti Agus juga menemui pejabat di daerahnya untuk sosialisasi dan kerjasama. Misalnya program beasiswa ACI dan pemda setempat untuk memberikan beasiswa khusus untuk anak miskin tapi bersemangat untuk sekolah. Serta nilai tidak jelek-jelek sekali. Prinsipnya, beasiswa untuk biaya hidup satu tahun dijamin oleh Pemda sedangkan untuk jaminan di Jepang dilakukan oleh pihak ACI di luar negeri.

Kerjasama dan perbincangan juga dilakukan antara ACI dengan Bapak Dirjen Dikti, Prof. Fasli Jalal. Meskipun diskusi belum tuntas, tapi beliau sangat menyambut baik, dan sangat mendukung kegiatan kegiatan ACI. “Silahkan saya diberi tugas, agar kita dapat bekerjasama” Begitu ungkap beliau.

Semoga makin hari, jalan jalan yang akan kami tempuh makin dibukakan Allah, dan diberi kemudahan hendaknya. Karena ini semua tulus dari keseriusan kami, bangsa besar dan insannya banyak yang pintar ini harus lebih maju dari Jepang, Amerika dsbnya. Semuanya insyaAllah bisa asal kita bergiat, serius bersungguh-sungguh dan lebih professional di bidang masing masing.

InsyaAllah acara presentasi seperti di atas akan terus dilanjutkan di tanah air, oleh para aktivis ACI yang telah berdomisili kembali di tanah air. Bagi universitas atau instansi yang berminat mendapatkan informasi dari kami, silahkan menghubungi kontak ACI di Indonesia Agus Mujib Ali atau Rahmi di Hp: 0852-2100-5337. Sekali lagi kami tidak meminta bayaran, karena adalah bagian dan tanggungjawab kami untuk menyebarluaskan informasi dan ilmu yang kami dapatkan selama merantau. Mencicipi sekolah dan bekerja di negeri orang, dan negeri maju. Kami juga telah menerbitkan beragam buku-buku, yang menginspirasi, memotivasi, dan menginspirasi kita semua untuk bangkit dan bergerak maju mengejar cita cita pribadi kita dan cita cita RI kita. Merdeka!!!

Terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi untuk semua kegiatan ACI. Para penulis, para Pembina ACI, para pendiri para donator serta simpatisan ACI, dan semua pihak yang telah membantu kami. Mohon maaf atas semua kilaf.

Mari kita lanjutkan perjuangan kita.

Jayalah Indonesia kita, amiin

Tokyo 031009

Jumiarti Agus/Ketua ACI

Laporan kegiatan ACI, liburan musim panas 2009, ramadhan dan lebaran 2009

Selasa, 29 September 2009

Anak-Anak Setelah Kembali Liburan

Tepat tanggal 6 Agustus kami berangkat mudik ke Indonesia, ceritanya mendadak dari jadwal yang telah direncanakan. Launching buku Anak anak multibahasa, yang sponsori oleh salah satu orang kuat di Indonesia, harus dihadiri. Najmi dan Rais pun harus diboyong pulang ke Indonesia, karena Papinya pun sedang sibuk menghadapi beberapa tugas dan pekerjaan serius.

"Mami anak anak jangan ditinggal tinggal ya," pesan suami

"Najmi nggak boleh nakal, harus nurut sama Mami ya?" pesan papinya pada Najmi

Kami pun berangkat bertiga, diantar ke bandara oleh sang Papi. Rencananya papinya menyusul setelah tugas selesai. Saat berpisah, Najmi tetap menagih papinya, "Papi ditunggu ya di Indonesia?"

Hari mendarat di Jakarta, najmi spontanitas berucap.
"Najmi wa ureshikunai, Papi ga inai kara" (najmi nggak gembira, nggak senang, karena nggak ada Papi).

Tapi di Indonesia

Senin, 28 September 2009

Selamat Hari Raya Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Bathin

Apa kabar sahabat MP semuanya? Mohon maaf jarang banget ngeMP, apalagi 1,5 bulan berada di Indonesia, sibuk seminar di beberapa tempat,. sibuk ngisi acara di radio,. internetan tak mampu.

Alhamdulillah semuanya berjalan baik,. amiin.

Mau ngucapkan Selamat Lebaran, Idul Fitri, mohon saya dan keluarga dimaafkan atas kekilafan yang kami lakukan tanpa sengaja. Apakah lewat tulisan atau perjumpaan langsung di dunia nyata.

Kita berharap semoga ibadah shaum yang telah kita jalankan mencapai nilai yang tertinggi seperti dituliskan dalam sura Albaqarah ayat 283.

Singkat itu dulu

wassalam

Ijum

Tokyo, 090928

Kamis, 30 Juli 2009

Peluncuran Buku dan Workshop "Anak Anak Multibahasa" bersama Penulis ACI. Prof Arief Rachman dan Shahnaz Haq

Start:     Aug 9, '09 12:00a
End:     Aug 9, '09 5:00p

Puji syukur kepada Allah atas semua pertolongan yang diberikan kepada kami di Aku Cinta Indonesia.

Terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi, baik materi maupun moril dan tenaga. Sesungguhnya semua kebaikan itu akan dibalas oleh allah SWT, Amiin.

Terimakasih kepada rekan rekan penulis ACI di mancanegara, atas semua persembahan dan karyanya. semoga terus istiqomah untuk tetap berkarya, amiin.

Peluncuran & Workshop Buku
"Anak-Anak Multibahasa”
(Pengalaman Para Ibu Membesarkan Anak dalam Banyak Bahasa
dengan Tetap Memelihara Bahasa Indonesia)
++ Bahasan Terkait dan Tips Praktis Bermultibahasa


Detail Acara:
Tanggal : 9 Agustus 2009
Tempat/ Waktu : Cafe Gramedia Grand Indonesia
Waktu : 12:00 - 17:00 WIB
Pembicara : Santi Dharmaputra, LLM, Dr. Jumiarti Agus,M.Si,
Cahayahati,Msc
Prof. Dr. Arief Rachman MPd
Moderator : Ir. Shahnaz Haque
Media Partne : Delta FM & Koran TEMPO

Susunan Acara

13:00 - 13:05 : Pembukaan/Sambutan
13:05 - 13:10 : Lagu Anak-anak & Angklung oleh Sekolah SMP Diponegoro
13.05-13.10 : Sekilas ACI
13:10 - 13:30 : Presentasi Anak-anak Multibahasa
Oleh: Santi Dharmaputra
Moderator: Ir. Shahnaz Haque
13:30 - 14:00 : Bahasa Parenting yang Baik dan Ancaman Kepunahan Bahasa Daerah disebabkan oleh Penggunaan Bahasa Asing dan Bahasa Indonesia
Oleh: Arief Rachman
Moderator: Shahnaz Haque
14:00 - 14: 30 : Tanya Jawab: Santi Dharmaputra, Jumiarti Agus dan Arief Rachman. Dengan partisipasi kontributor naskah Anak-Anak Mutlibahasa: Ninda Harahap dan Cahayahati
Moderator: Shahnaz Haque



Susunan Acara Workshop
15:00 - 16:30 : Workshop Anak-anak Multibahasa
15.00-15.15 : Multibahasa Berawal dari Bahasa Gado-Gado.
Oleh: Cahayahati
15.15 – 15.35 : Tips Praktis Menerapkan Multibahasa dengan tetap mempertahankan Bahasa Indonesia (dan bahasa daerah).
Oleh: Santi Dharmaputra
15.35- 15-45 : Multibahasa: Kaitannya dengan Usaha Menggali Potesni Anak Sejak Usia Dini. Oleh: Jumiarti Agus.
15.45-16.00 : Himbauan Pakar: Mari Memultibahasakan Anak dengan Tetap Memelihara bahasa Ibu. Oleh: Prof. Dr. Arief Rachman, M.Pd
16.00 – 16.30 Diskusi dan tanya jawab
16.30 – 16.45 : Berberes gedung
16. – 17.00 Foto bersama, silaturrahmi non formil, penutupan


Rincian, Latar Belakang, Sinopsis, Sasaran Pembaca dan Tujuan Buku
RINCIAN
Penulis : Santi Dharmaputra, Jumiarti Agus, Ninda Harahap, Cahayahati, Mieke Nurmalasari, Rita Diana Najib, Yuli Nava, Rose F. Nakamura, dan Hani Iskadarwati
Penerbit : Aku Cinta Indonesia Publishing
Setting/Layout : ACI Publishing (Juni 2009)
Desain Sampul : Relasi Inti
Editor : Santi Dharmaputra, Jumiarti Agus
Cetakan Pertama : Juni 2009
Jumlah Halaman : xxii +222 halaman
Kategori Buku : Non Fiksi/Ilmiah-Parenting
ISBN : 978-979-16415-5-5

“Saya bersyukur (karena) lahirnya buku ini (merupakan) suatu hal yang berharga dari segi linguistik, sosial, kultural maupun eksistensi bangsa”. Prof. DR. H. Arief Rachman, M.Pd., Tokoh Pendidikan, Guru Besar Universitas Negeri Jakarta.


“Melalui buku ini Anda akan mendapatkan inspirasi, bagaimana membesarkan potensi buah hati tanpa harus membuatnya bingung dengan identitasnya”. Ir. Shahnaz Haque-Ramadhan: Ibu 3 putri, penyiar radio dan tv.


LATAR BELAKANG PENERBITAN BUKU
Penguasaan banyak bahasa (multibahasa) sebenarnya sangat lumrah bagi bangsa Indonesia karena kondisi negeri kita yang terdiri dari beragam suku bangsa, budaya dan bahasa.. Banyak masyarakat kita yang menguasai Bahasa Indonesia dan beberapa bahasa daerah sekaligus, namun belum banyak yang menyadari hal tersebut . Akibatnya, kala dihadapkan dengan bahasa asing, masyarakat kita seperti 'lupa' dengan potensi multibahasanya sendiri dan ada kecenderungan untuk bermultibahasa dengan mengesampingkan bahasa Indonesia (dan bahasa daerah).

A. Pengamatan di Luar Negeri
Berdasarkan obervasi kami, para orangtua di luar negeri mempunyai tendensi untuk mengedepankan penguasaan berbahasa asing pada anak, sehingga semakin banyak anak Indonesia yang mengalami penurunan kemampuan berbahasa Indonesia. Sebagian bahkan sering mencampur-adukkan beberapa bahasa dalam satu kalimat saat berbicara dengan anak, yang bisa berakibat kurang baik terhadap pertumbuhan bahasa dan kepribadian sang anak.

Interaksi kami dengan lingkungan masyarakat Indonesia di luar negeri menunjukkan bahwa semakin besar jumlah orangtua yang menganggap bahwa kecakapan anak berbahasa asing lebih penting daripada Bahasa Indonesia. Hal ini semakin menguatkan bahwa terdapat kesalahpahaman mengenai Bahasa Indonesia dan kurangnya informasi mengenai membesarkan anak secara multibahasa. Padahal riset para pakar menunjukkan bahwa kefasihan berbahasa ibu adalah sangat penting untuk masa depan anak.

B. Pengamatan di Dalam Negeri
Pada saat yang bersamaan, pengamatan kami terhadap perbahasaan generasi penerus di Indonesia menghasilkan kesimpulan yang tidak jauh berbeda. Semakin banyak orangtua yang membesarkan anak dalam bahasa asing dan menganggap perkembangan Bahasa Indonesia anak cukup didapat melalui lingkungan. Pada kelas menengah atas di Jakarta, anak Indonesia yang tidak bisa berbahasa Indonesia dengan lancar mulai dianggap sebagai sesuatu yang lumrah. Walaupun sebenarnya si anak lahir dan besar di Indonesia dan berorangtua warga negara Indonesia.

Sebagai orang Indonesia, kami merasa peduli untuk turut serta memikirkan masalah ini dengan memberikan pengertian, solusi, kiat dan pengalaman bermultibahasa dengan anak dalam sebuah buku yang sangat luar biasa ini.

Riset yang kami lakukan adalah berdasarkan literatur, media dan observasi kualitatif di lapangan.

SINOPSIS
Sembilan perempuan Indonesia yang sedang atau pernah tinggal di luar negeri, ataupun yang menikah dengan pasangan bangsa lain, membagi kisah sukses mereka dalam membesarkan anak multibahasa.

Bab pertama sampai bab kesembilan merupakan antologi. Formasi bahasa keluarga dari masing-masing penulis yang saling berbeda membuat kisah mereka menarik dan menggigit. Tempat bermukim para penulis yang tersebar di Jerman, Jepang, Belgia, Indonesia, Thailand, dan Amerika Serikat juga memberikan keunikan tersendiri karena setiap negara memiliki kebudayaan dan sistem pendidikan masing-masing, yang mempengaruhi cara para penulis menerapkan cara bermultibahasa dalam keluarga.

Bab 1 : Ayah asal Prancis, ibu asal Indonesia, dua anak. Saat ini bermukim di Jerman, sebelumnya di Amerika Serikat dan Belanda. Formasi bahasa keluarga adalah Bahasa Indonesia, Prancis, Inggris dan Jerman

Bab 2 : Ayah dan ibu sama-sama asal Padang, dua anak, bermukim di Jepang. Formasi bahasa keluarga: Bahasa Indonesia, Jepang, Inggris, Arab Al-Qur’an dan Padang

Bab 3 : Ayah dan ibu sama-sama asal Tapanuli, 3 anak. Kini bermukim di Belgia, sebelumnya di Singapura dan Indonesia. Formasi bahasa keluarga: Indonesia, Prancis, Inggris

Bab 4 : Ayah Indonesia, ibu campuran Jawa-Sunda, 2 anak. Saat ini menetap di Indonesia, sebelumnya sempat lama bermukim di Jerman. Formasi bahasa keluarga: Indonesia, Jerman, Inggris

Bab 5 : Ayah dan ibu asal Jawa, 2 anak. Sedang bermukim di Belgia, sebelumnya di Indonesia. Formasi bahasa keluarga: Indonesia, Belanda, Inggris, Arab Al-Qur’an.

Bab 6 : Ayah dan ibu asal Aceh, 1 anak. Sebelumnya tinggal di Indonesia dan Cina, kini bermukim di Thailand. Formasi bahasa keluarga: Indonesia, Inggris, Thai, Arab.

Bab 7 : Ayah asal Amerika keturunan Spanyol, ibu asal Indonesia, 1 anak. Menetap di Amerika Serikat. Formasi bahasa keluarga: Indonesia, Spanyol, Inggris

Bab 8 : Ayah asal Jepang, ibu asal Indonesia, 2 anak. Menetap di Jepang. Formasi bahasa keluarga: Indonesia, Jepang, Inggris, Arab Al-Qur’an

Bab 9 : Ayah asal Bangladesh, ibu asal Indonesia, 2 anak. Sebelumnya di Jepang, kini bermukim di Amerika Serikat. Formasi bahasa keluarga: Inggris, Indonesia, Benggali dan Jepang.

Kisah mereka didukung oleh pendapat ahli yang dibeberkan pada:
Bab 10: mengenai definisi bahasa ibu dan pentingnya penguasaan bahasa ibu yang baik . Dibeberkan juga alasan di balik pilihan orangtua Indonesia di luar negeri membesarkan anak dalam multibahasa, bahasa ibu maupun bahasa asing.

Pentingnya konsistensi dalam menerapkan strategi bermultibahasa dibahas pada:
Bab 11: Lima langkah dasar untuk membesarkan anak multibahasa.
Bab 12: Enam tips praktis dan mudah untuk membimbing orangtua saat membesarkan anak dalam bahasa ibu dan bahasa asing.

SASARAN PEMBACA
Sasaran Langsung:
1. Keluarga yang kedua orangtua berasal dari Indonesia
2. Keluarga yang salah satu orangtua adalah warga asing
yang bermukim baik di dalam maupun luar negeri.

Para orangtua di luar negeri akan mendapatkan manfaat langsung dari membaca pengalaman, teori dan tips praktis.

Di lain pihak, mereka yang di dalam negeri akan menjadi terinspirasi oleh pengalaman saudara sebangsa yang berhasil mempertahankan Bahasa Indonesia anak di luar negeri. Diharapkan teori dan tips praktis akan memacu para orangtua di dalam negeri untuk mengadaptasinya ke dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Buku ini juga sangat cocok bagi pemerhati topik membesarkan anak, pendidik, pencinta bahasa, atau siapapun yang ingin membaca buku untuk menambah wawasan.

TUJUAN KAMI
a. Memberikan pengertian akan pentingnya Bahasa Indonesia bagi perkembangan kepribadian anak Indonesia;
b. Menjelaskan kepada orangtua bahwa membesarkan anak dalam Bahasa Indonesia dan bahasa-bahasa lainnya pada saat bersamaan (multibahasa) adalah hal yang sangat mungkin;
c. Memberi masukan teori multibahasa dan cara melaksanakannya;
d. Memacu para orangtua di dalam maupun di luar negeri untuk terus membesarkan anak dalam Bahasa Indonesia
e. Menginspirasi para orangtua untuk bisa menemukan kiat dan metode yang tepat untuk anak anaknya dalam menumbuhkembangkan bahasa bahasa anak dengan tetap mempertahankan Bahasa Indnesia

Bagaimana cara mereka terus mempertahankan Bahasa Indonesia (bahasa nasional) dan bahasa daerah diantara derasnya masukan bahasa setempat? Silahkan simak buku ini.

wassalam dan terimakasih
Semoga Allah mengizinkan kita berjumpa di Jakarta tanggal 9 Agustus. Ditunggu kedatangan temamn teman semuanya